PURBALINGGA – Wilayah utara Kabupaten Purbalingga dilanda bencana banjir bandang menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sepanjang malam. Cuaca ekstrem ini mengakibatkan aliran sungai meluap secara mendadak dan menerjang permukiman serta infrastruktur warga di sekitarnya.
Berdasarkan laporan terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, banjir bandang ini dipicu oleh curah hujan yang tidak berhenti sejak sore hingga dini hari. Meluapnya debit air menyebabkan sejumlah wilayah di lereng Gunung Slamet terdampak cukup parah. Saat ini, tim reaksi cepat BPBD masih terus berada di lapangan untuk melakukan pendataan menyeluruh terkait dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.
Dua Rumah Terbawa Arus di Serang Kutabawa Kabar duka datang dari wilayah Serang, Kutabawa. Berdasarkan informasi awal yang diterima dari lokasi kejadian, kuatnya arus banjir bandang dilaporkan telah menghanyutkan sedikitnya dua unit rumah milik warga. Material air yang bercampur dengan lumpur dan puing kayu membuat terjangan banjir sulit dibendung, sehingga merusak bangunan yang berada di sepanjang jalur aliran air.
Pihak berwenang masih berupaya memastikan apakah ada korban jiwa dalam insiden hanyutnya dua rumah di Serang Kutabawa tersebut. Proses evakuasi dan pencarian terus dilakukan di tengah kondisi cuaca yang masih belum stabil.

Pendataan Kerusakan Terus Berjalan Kepala BPBD Purbalingga menyatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat untuk menghimpun data valid mengenai jumlah kerugian material. Selain rumah tinggal, banjir juga dilaporkan merusak akses jalan dan beberapa fasilitas umum di wilayah Purbalingga Utara.
“Kami masih fokus pada penanganan darurat dan pendataan di lapangan. Tim sedang menyisir lokasi-lokasi terdampak untuk memastikan keselamatan warga dan menyalurkan bantuan logistik yang diperlukan,” ujar perwakilan BPBD dalam keterangannya.
Masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai maupun di daerah rawan longsor diimbau untuk tetap waspada. Mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, warga diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika debit air kembali meningkat secara signifikan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan para relawan masih bahu-membahu membersihkan sisa-sisa material banjir dan memberikan bantuan kepada para pengungsi yang terdampak musibah ini.